Dari Lahan Kritis hingga Ruang Publik, DLH Tanam Ratusan Pohon dalam Program Rehabilitasi Lingkungan di Pamekasan

Dari Lahan Kritis hingga Ruang Publik, DLH Tanam Ratusan Pohon dalam Program Rehabilitasi Lingkungan di Pamekasan

Dalam rangka mendukung upaya pelestarian lingkungan dan pemulihan ekosistem, telah dilaksanakan kegiatan rehabilitasi lingkungan melalui penanaman pohon di berbagai lokasi di Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjaga keseimbangan alam serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Pada kegiatan tersebut, total sebanyak 650 tanaman ditanam dan tersebar di sejumlah lokasi strategis, meliputi kawasan lahan kritis, fasilitas pendidikan, ruang terbuka hijau, hingga area pengelolaan sampah. Penanaman dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kebutuhan ekologis di masing-masing lokasi.

Sebaran Lokasi Penanaman

Adapun sebaran lokasi dan jumlah tanaman yang ditanam adalah sebagai berikut:

  1. Kawasan eks Tambang Galian C, Sumber Anom, Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan sebanyak 275 tanaman.
  2. Pondok Pesantren Raudhatut Tholibin, Jalan Rojing Tengah, Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar sebanyak 30 tanaman.
  3. Pondok Pesantren Matsaratul Huda, Desa Panempan, Kecamatan Pamekasan sebanyak 40 tanaman.
  4. Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Desa Panaan, Kecamatan Palengaan sebanyak 65 tanaman.
  5. Kawasan Kampus Universitas Madura, Jalan Raya Panglegur, Kecamatan Tlanakan sebanyak 20 tanaman.
  6. Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan sebanyak 40 tanaman.
  7. Taman Arek Lancor Pamekasan sebanyak 40 tanaman.
  8. Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bere’ Leke, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan sebanyak 40 tanaman.
  9. Pondok Pesantren Assyafi’iyah, Desa Tamberu, Kecamatan Batumarmar sebanyak 50 tanaman.
  10. Pondok Pesantren Banyuanyar, Desa Patoan Dajah, Kecamatan Palengaan sebanyak 50 tanaman.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

Kegiatan penanaman pohon ini bertujuan untuk memulihkan fungsi lingkungan, khususnya pada kawasan lahan kritis dan area publik, serta mengurangi dampak perubahan iklim. Selain itu, penanaman pohon juga berperan penting dalam meningkatkan daya serap air tanah, menekan risiko banjir dan longsor, serta memperbaiki kualitas udara.

Dari sisi sosial, keberadaan tanaman di lingkungan pesantren, kampus, dan ruang publik diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih sejuk, nyaman, dan asri, sekaligus menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat dan generasi muda.

Komitmen Pelestarian Berkelanjutan

Rehabilitasi lingkungan melalui penanaman pohon ini tidak hanya berhenti pada proses penanaman, namun juga diikuti dengan upaya pemeliharaan dan pengawasan secara berkelanjutan. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan mampu memastikan tanaman tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terwujud lingkungan yang hijau, sehat, dan lestari sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Pamekasan.

Gambar: Penanaman Pohon di Beberapa Lokasi