Penanganan sementara kerusakan taman oleh tim taman Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pamekasan pada hari Senin, 16 Oktober 2017 pukul 07.14 WIB.

Seperti diberitakan sebelumnya di Radio Karimata Pamekasa, adanya event "Melangkah Pasti Asareng Bank Jatim" yang menghadirkan bintang tamu Irwan D'Academy Sumenep membuat antusias warga Kabupaten Pamekasan sangat tinggi.

Hal itu terlihat dari banyaknya penonton dan peserta JJS yang memadati areal Monumen Arek Lancor Pamekasan. Akbiatnya banyak tanaman di areal tersebut yang rusak karena terinjak penonton.

"Setiap ada event besar pasti taman yang menjadi sasaran untuk dirusak, entah sengaja atau tidak", ujar Amin Jabir, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pamekasan.

Sebelum kegiatan digelar, pihaknya sudah menegaskan kepada pihak Event Organizer (EO) untuk bertanggung jawab terhadap segala kerusakan yang terjadi di lokasi. Beruntung, pihak pemilik acara bersedia untuk memperbaiki seluruh kerusakan yang terlihat di sekitar taman Monumen Arek Lancor Pamekasan.

"Ada banyak titik lokasi tanaman yang rusak, seperti disisi barat bagian selatan, barat bagian tengah, dan sebagian disisi timur. Intinya tanaman yang rusak itu yang ditempati oleh para penonton", katanya.

Tidak hanya itu, pihak EO juga dibebankan biaya penanaman. Sebab, kemungkinan besar, tanaman yang terinjak rawan akan mati dan layu.

Pihaknya menegaskan, setiap EO yang akan mengadakan acara di wilayah Kabupaten Pamekasan, diminta untuk Zero Kerusakan dan Zero Sampah.

"Seharusnya pemohon kegiatan sadar, bahwa biaya pemeliharaan tanaman itu sangat tinggi sedangkan anggaran di Pemkab kita sangat terbatas. Maka kami tekankan untuk bertanggung jawab atas acaranya", imbuhnya.

Tidak hanya pada beberapa event saja, pihaknya mengaku saat ini sedang melakukan penataan taman kota sehingga dirinya meminta seluruh masyarakat Pamekasan menjaga taman kota. Bahkan pihaknya tidak segan-segan memberikan denda kepada masyarakat yang melanggar Perda RTH tersebut.

"Kalau ada yang melanggar kami denda Rp. 50.000,- sedangkan kalau ditemukan masyarakat yang merusak pohon maka kami berikan sanksi menanam kembali 12 pohon berbeda dengan beberapa persyaratan yang sudah tertuang dalam Perda RTH", ucapnya.

Dirinya meminta kepada masyarakat agar bisa lebih menjaga taman kota agar taman kota bisa semakin indah.

Sementara, Santoso, Ketua Panitia menegaskan bahwa tidak ada kerusakan. Justru membantah terjadinya kerusakan, bahkan pihkanya mengaku yang membersihkan sampah pasca acara JJS selesai. Sedangkan saat dimintai untukĀ on air langsung, dirinya menyarankan untuk menghubungi pimpinannya. (inest/hen)